Minggu, 14 Mei 2017

19 Peninggalan Kerajaan Majapahit, Termasuk Candi dan Peninggalan Lainnya

19 Peninggalan Kerajaan Majapahit, Termasuk Candi dan Peninggalan Lainnya - Sebagai kerajaan besar di tanah Jawa, bahkan di Nusantara, Kerajaan Majapahit meninggalkan beberapa peninggalan yang masih ada sampai saat ini. Peninggalan Kerajaan Majapahit ini ada banyak jenisnya, mulai dari Candi, Pintu Gerbang dan atau pun berbagai prasasti Kerajaan Majapahit. Berbagai peninggalan Majapahit ini sangat penting keberadaannya sebagai salah satu sumber berita sejarah Kerajaan Majapahit. Dari berbagai peninggalan Majapahit tersebut bisa digali berbagai informasi mengenai sejarah Kerajaan Majapahit. Berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit ini tersebar di beberapa tempat yang berbeda, ada yang di Jawa Timur ada juga yang berada di Jawa Tengah.

Peninggalan Kerajaan Majapahit
Peninggalan Kerajaan Majapahit
Dari berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit ini lah kemudian para ahli bisa mendapatkan informasi penting terkait sejarah Kerajaan Majapahit. Informasi mulai dari sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit sampai dengan masa keruntuhannya pun bisa didapatkan. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan kami sampaikan 19 peninggalan Kerajaan Majapahit, mulai dari candi Majapahit sampai dengan berbagai prasasti yang berhasil ditemukan. Langsung saja, simak penjelasan di bawah ini.

1. Candi Wringin Lawang

Peninggalan Kerajaan Majapahit yang pertama adalah candi Wringin Lawang. Candi ini berbentuk sebuah gapura agung yang terbuat dari batu bata merah tersusun secara rapi. Luas dasar dari Candi Wringin Lawang ini sekitar 13 x 11 meter dengan tinggi 15,5 meter. Arsitektur candi Wringin Lawang adalah bentar atau "candi terbelah". Bangunan seperti ini sampai saat ini masih sering kita jumpai dan sering diterapkan dalam gaya bangunan di Bali. Para ahli sejarah menduga bahwa fungsi dari bangunan ini adalah sebagai pintu gerbang menuju kawasan utama atau ibukota Majapahit pada waktu itu. Lokasi Sejarah Candi Wringin Lawang ini cukup terlihat dan mudah dijangkau karena terletak di jalan utama Surabaya-Solo, tepatnya berada di darah Brangkal sebelum memasuki wilayah Trowulan.

2. Candi Brahu

Candi Brahu juga termasuk candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Brahu terletak di daerah Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Candi Brahu adalah bangunan suci yang dipergunakan untuk memuliakan anggota keluarga yang sudah meninggal. Bahkan konon kabarnya ke empat Raja Kerajaan Majapahit yang telah wafat, dikremasi di kompleks bangunan Candi Brahu. Sejarah Candi Brahu ini cukup menarik untuk dipelajari, dan bangunan Candi Brahu masih berdiri kokoh sampai sekarang. Saat ini Candi Brahu menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang cukup ramai didatangi para wisatawan. (baca : Sejarah Candi Brahu)

3. Candi Gentong

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Candi Gentong. Namun untuk saat ini kabarnya Candi Gentong masih dalam tahap direstorasi sehingga bentuknya belum sempurna. Bentuknya masih dalam bentuk reruntuhan serpihan batuan bekas bangunan lama. Sehingga Candi Gentong belum bisa dinikmati oleh para pengunjung dengan nyaman. Sedangkan lokasi Candi Gentong adalah berada di dekat Candi Brahu.

4. Candi Tikus

Candi Tikus adalah candi peninggalan Kerajaan Majapahit selanjutnya. Candi Tikus adalah sebuah candi yang konon menurut para ahli sejarah adalah sebuah kolam pemandian untuk ritual atau disebut juga dengan petirtaan. Bentuk bangunannya adalah sebuah kolam bujur sangkar dengan ukuran 22,5 meter x 22,5 meter dengan arsitektur yang berbentuk teras-teras persegi dengan bermahkota menara. Menara Candi Tikus ini disusun dengan susunan konsentris yang menjadi spot tertinggi dari bangunan keseluruhan bangunan. Sejarah Candi Tikus dinakaman dengan Candi Tikus karena pada saat penemuannya, Candi ini menjadi sarang tikus yang sering menjadi gangguan hama bagi sawah para penduduk di sekitar lokasi Candi.

5. Candi Bajang Ratu

Peninggalan Kerajaan Majapahit lainnya adalah Candi Bajang Ratu. Candi Bajang Ratu letaknya berdekatan dengan Candi Tikus. Candi Bajang Ratu memiliki struktur bangunan yang ramping dengan arsitektur gapura paduraksa dengan tinggi 16,5 meter. Yang menarik dari bangunan Candi ini adalah hiasan pada bagian atas Candi yang memiliki ukiran hiasan begitu indah dengan kerumitan tingkat tinggi dan sangat detail. Bajang Ratu sendiri adalah bahasa Jawa yang memiliki arti Raja Kecil. Candi Bajang Ratu kerap dihubungkan dengan raja ke dua Majapahit yaitu Raja Jayanegara. Karena Raja Jayanegara nanik tahta pada usia yang masih sangat belia. (baca : Sejarah Candi Bajang Ratu)

6. Candi Kedaton

Sampai saat ini, Candi Kedaton masih dalam tahap renovasi karena bentuk dan wujudnya masih dalam misteri yang sulit dipecahkan oleh para ahli sejarah. Pada komplek bangunan Candi Kedaton ini terdapat beberapa bangunan yang berupa candi, sumur upas, lorong rahasia, mulut gua dan juga terdapat makam Islam. Sampai saat ini masih diupayaan untuk memecahkan bentuk dan misteri yang ada pada Candi Kedaton. Namun informasi yang berkembang mengarah pada bahwa Candi Kedaton merupakan candi yang berada di daerah kompleks ibukota Majapahit pada masa Majapahit akhir.

7. Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo ini terletak di dekat kolam segaran, namun bangunan candi ini hanya tersisa reruntuhannya saja. Bentuk dari bangunan ini cukup unik berupa kombinasi bahan batu andesitpada bagian luar dan disusul bagian dalam. Di Candi Minak Jinggo juga terdapat arca unik yang ditengarai sebagai makhluk ajaib yang bernama Qillin seekor makhluk ajaib dalam mitologi China. Dengan penemuan arca ini kemudian mengindikasikan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara Majapahit dengan Dinasti Ming di China. Candi ini memiliki hubungan erat dengan legenda rakyat Damar Wulan dan Menak Jinggo.

8. Candi Grinting

Candi ini sesuai dengan namanya, Candi Grinting terletak di lokasi dusun Grinting, Desa Karang Jeruk, Kecamatan Jatirejo. Sejauh ini, keberadaan Candi Grinting belum banyak masyarakat awam yang mengetahuinya. Informasi terkait bentuk dan kontruksi bangunan Candi Grinting juga belum begitu banyak. Yang ada hanyalah sisa bangunan Candi yang berupa fondasi yang ditemukan oleh oembuat batu bata.

9. Pendopo Agung

Pendopo Agung juga termasuk peninggalan Kerajaan Majapahit. Pada awalnya, bangunan ini berupa penemuan umpak-umpak besar yang diduga sebagai sisa dari bangunan pendapa agung. Pendapa agung ini juga diperkirakan dijadikan sebagai tempat Raja Majapahit menemui tamu-tamu kerajaan. Letak bangunan ini berada di dekat Kolam Segaran. Saat ini, lokasi Pendopo Agung ini sudah dipugar oleh Kodam V Brawijaya sehingga menjadi bangunan baru yang nyaman untuk dikunjungi. Yang unik adalah, di belakang bangunan ini terdapat batu miring yang konon kabarnya menjadi tempat Mahapatih Gajah Mada mengikrakan Sumpah Palapa. Selain itu juga terdapat kompleks dan petilasan Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit sekaligus pendiri Kerajaan Majapahit.

10. Kolam Segaran

Kolam Segaran termasuk salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang monumental. Bangunan ini adalah berupa kolam besar yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800 x 500 meter persegi. Kedalaman kolam segaran ini sekitar 3 meter dengan dinding bertebal sekitar 1,6 meter. Nama segaran sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu segara atau laut. Bisa jadi orang pada jaman dulu mengibaratkan kolam yang begitu besar ini dengan laut kecil. Para ahli menduga bahwa bangunan ini adalah sebuah reservoir bagi pemukiman penduduk Kerajaan Majapahit yang padat. Ada juga yang menyebutkan sebagai tempat latihan renang bagi para prajurit atau calon prajurit Kerajaan Majapahit. Ada juga yang menyebutkan bahwa kolam tersebut digunakan sebagai tempat pembuangan peralatan makan bekas menjamu para tamu dengan tujuan menunjukkan kemakmuran Kerajaan Majapahit.

11. Situs Lantai Segi Enam

Peninggalan Kerajaan Majapahit selanjutnya adalah sebuah sotus lantai yang memiliki segi sejumlah enam. Cukup unik peninggalan ini karena sudah menunjukkan tingkat peradaban dan teknologi konstruksi bahan bangunan yang cukup maju. Sisa bangunan rumah yang ditemukan memiliki lantai segi enam dari bahan tanah liat bakar yang sudah halus dengan ukuran 34 x 29 x 6.5 cm.

12. Alun-Alun Watu Umpak

Letak alun-alun watu umpak hanya sekitar 100 meter dari situs Candi Kedaton. Peninggalan Kerajaan Majapahit ini berupa kumpulan batu-batu umpak yang tersusun demikian rapi. Para ahli sejarah menduga bahwa situs ini adalah bekas dari Kerajaan Majapahit yang berkaitan erat dengan keberadaan situs Candi Kedaton.

13. Makam Putri Campa

Makam Putri Campa adalah sebuah situs pemakaman kuno dengan gaya Islami. Letaknya di dekat Candi Menak Jinggo dengan fokus utama tentu saja kepada makam Putri Campa. Putri Campa sendiri menurut cerita adalah seorang selir atau istri raja Majapahit periode akhir. Dari data yang diperoleh, Putri Campa diperkirakan meninggal pada tahun 1448 M dan ia adalah seorang penganut agama Islam. Dan bahkan disebutkan bahwa Putri Campa berhasil mengajak raja Majapahit terakhir untuk menjadi pemeluk agama Islam juga. Sejarah ini terkait erat dengan raja Demak pertama yaitu Raden Patah yang disebutkan merupakan anak dari raja Brawijaya raja Majapahit terakhir. Sedangkan Raden Patah sendiri adalah pendiri Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa yaitu Kerajaan Demak.

14. Makam Troloyo

Situs pemakaman ini adalah kompleks pemakaman Islam kuno yang terletak di daerah Mojokerto. Pada pemakaman troloyo ini kebanyakan batu nisan bertuliskan angka tqhun 1350 dan 1478. Makam Troloyo ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa Islam sudah masuk di Jawa sejak pertengahan abad ke 14. Selain itu juga bahwa Islam juga sudah dianut dan diakui oleh sebagian kecil penduduk di sekitaran ibu kota Majapahit waktu itu.

15. Siti Inggil

Siti inggil memiliki arti tanah tinggi, atau bisa jadi sebuah konotasi dari sebuah tempat yang ditinggikan atau dihormati. Siti Inggil ini terletak di dekat lokasi Candi Brahu. Siti inggil termasuk salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit. Konon kabarnya, Siti Inggil ini adalah tempat yang pernah digunakan oleh Raden Wijaya untuk bertapa. Di lokasi ini terdapat dua makam, yaitu makan Sapu Angin dan makam Sapu Jagat yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Makam ini juga banyak dikunjungi peziarah, terutama pada malam jumat.

16. Candi Jolotundo

Candi Jolotundo termasuk candi peninggalan kerajaan Majapahit yang terletak di lereng Gunung Bekal. Lokasi tepatnya adalah di desa Seloliman Kecamatan Trawas. Bangunan Candi Jolotundo terbuat dari batu kali dengan ukuran panjang 16,85 meter dengan lebar 13,52 meter serta tinggi mencapai 5,20 meter. Menurut data sejarah, candi Jolotundo ini menunjukkan angka 977 M.

17. Reco Lanang

Peninggalan Kerajaan Majapahit ini berupa sebuah arca yang terbuat dari batu andesit. Arca ini sebuah gambaran dari perwujudan Dhani Buddha yang disebut dengan Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Di dalam Agama buddha mengenal beberapa bentu kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Untuk saat ini, d daerah Trowulan sendiri sudah banyak pemahat yang bisa membuat arca seperti pada peninggalan Kerajaan Majapahit. Sehingga tidak sedikit para pecinta patung yang memesan arca seperti arca peninggalan Kerajaan Majapahit. Bukan saja dari luar kota atau pulau, bahkan dari luar negeri pun juga banyak yang memesan arca peninggalan Kerajaan Majapahit.

18. Api Abadi Bekucuk

Api Bekucuk ini konon kabarnya sudah ada semenjak Kerajaan Majapahit ada. Api abadi Bekucuk juga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat Majapahit waktu itu. Lokasi keberadaan Api Abadi Bekucuk adalah di desa Tempuran, Kecamatan Sooko yang jaraknya kurang lebih 3 km dari Kota Mojokerto. Api Bekucuk ini mulai menyita perhatian masyarakat adalah pada tahun 1933. Pada saat itu banyak bermunculan sumber api yang kecil di beberapa rumah penduduk desa. Dan sejak saat itu kemudian oleh Pemerintah ditinjau dan di teliti yang kemudian semakin menjadikan Api Bekucuk populer di masyarakat.

19. Museum Purbakala Trowulan

Museum Trowulan mungkin bukan barang lama, namun isi dari Museum Trowulan yang menjadi menarik. Museum Trowulan berisikan berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit, baik yang berupa prasasti maupun beberapa jenis peninggalan yang lainnya. Museum Trowulan didirikan oleh Kanjeng Adipati Ario Kromojoyo Adinegoro bersama Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1942.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 19 Peninggalan Kerajaan Majapahit, Termasuk Candi dan Peninggalan Lainnya

2 komentar:

  1. Did you know there is a 12 word phrase you can communicate to your crush... that will induce intense emotions of love and instinctual attractiveness to you buried inside his chest?

    Because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's impulse to love, idolize and protect you with all his heart...

    12 Words Will Trigger A Man's Desire Instinct

    This impulse is so built-in to a man's brain that it will make him try better than before to to be the best lover he can be.

    As a matter of fact, fueling this all-powerful impulse is so important to achieving the best ever relationship with your man that the moment you send your man one of the "Secret Signals"...

    ...You'll instantly notice him open his mind and soul to you in such a way he never expressed before and he will see you as the one and only woman in the universe who has ever truly tempted him.

    BalasHapus
  2. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus